Menguatkan 100 Pelaku UMKM Afirmatif di Padang Lewat Literasi Keuangan Rumah Tangga Kolaborasi Kementerian UMKM dan Tumbu

Selasa, 14 April 2026 • 6 min read

Menguatkan 100 Pelaku UMKM Afirmatif di Padang Lewat Literasi Keuangan Rumah Tangga Kolaborasi Kementerian UMKM dan Tumbu

Dalam upaya memperkuat ekosistem UMKM yang inklusif dan berpihak pada kelompok rentan, Kementerian UMKM menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kapasitas Produksi Usaha Mikro Terdampak Bencana di Padang, Sumatera Barat, pada 8 April 2026. Tumbu dan UKMIndonesia.id hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, membawakan materi yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan nyata para pelaku usaha mikro di lapangan.

Sebanyak 100 peserta hadir memenuhi ruangan—sebuah angka yang mencerminkan tingginya antusiasme komunitas. Tak sedikit yang rela datang jauh-jauh sambil menggandeng anak-anaknya. Profil peserta pun mencerminkan semangat inklusivitas program ini: mereka berasal dari desil 1–4 dan sebagian besar merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH)—perempuan kepala rumah tangga, pelaku usaha mikro yang terdampak bencana.


Cakap Kelola Keuangan: Bukan Sekadar Teori

Sesi utama dibawakan oleh Kak Imam Syafii, CEO Satoeasa sekaligus perwakilan resmi Tumbu dan UKMIndonesia.id. Beliau membawakan materi berjudul "Cakap Kelola Keuangan Rumah Tangga untuk Kesejahteraan Keluarga"—sebuah pendekatan praktis yang mengajak peserta melihat keuangan bukan sebagai hal yang rumit, melainkan sebagai keterampilan hidup yang bisa dipelajari siapa saja.

Materi dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi langsung mempraktikkannya. Di sinilah peran Kak Gemma sebagai Fasilitator menjadi kunci: beliau memandu peserta satu per satu untuk mengisi kertas kerja "Menata Keuangan Rumah Tangga"—mulai dari menuliskan cita-cita pribadi, mengisi checklist identifikasi jenis motivasi, hingga memetakan arus keluar-masuk keuangan bulanan mereka secara nyata.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00 ini berjalan lancar dari awal hingga akhir. Koneksi WiFi di lokasi bahkan mendukung pengisian pre dan post-test secara digital tanpa hambatan.


Momen yang Berbicara Lebih Keras dari Data

Yang paling membekas dari kegiatan ini bukan angka kehadiran—melainkan momen-momen kecil yang terjadi saat peserta mulai berhadapan dengan angka keuangan mereka sendiri.

Lusiana, salah satu peserta, menuliskan refleksinya setelah mengisi kertas kerja: "Saya merasa lega karena saya mengetahui kemana saja dan apa saja dari pengeluaran saya. Sekaligus bingung, karena seharusnya saya bisa menabung per bulannya. Mungkin untuk ke depannya saya akan membuat perencanaan yang lebih baik untuk mengatur keuangan saya."

Riri pun berbagi dengan polos: "Perasaan saya: lebih tahu kurang lebihnya pengeluaran tiap bulannya. Karena sebelumnya enggak sampai ngitung, cuma muterin uang aja hari-harinya. Ternyata banyak juga pengeluaran tiap bulannya."

Kejujuran sederhana seperti ini justru menjadi tanda bahwa proses belajar sungguh-sungguh terjadi—bukan di permukaan, tapi di dalam cara peserta memandang hidupnya sendiri.

Di antara banyak cerita yang muncul dalam sesi berbagi, kisah Ibu Hasna meninggalkan kesan tersendiri. Meski berstatus janda, Ibu Hasna dengan bangga bercerita bahwa usahanya selama ini telah menghidupinya secara mandiri—dan ke depan, ia bertekad untuk mengembangkan dari 1 toko menjadi 3 toko.

Tidak ada nada mengeluh dalam ceritanya. Yang ada hanya keyakinan: bahwa ia mampu, bahwa usahanya nyata, dan bahwa masa depan bisa direncanakan.


Belajar Bersama, Tumbuh Bersama

Sebelum kegiatan dimulai, seluruh peserta telah diarahkan untuk bergabung dalam grup WhatsApp bersama—langkah sederhana namun strategis yang membuat koordinasi menjadi lebih rapi sejak hari pertama. Ke depannya, pendampingan lanjutan akan terus dilakukan oleh pihak Kementerian UMKM melalui wadah yang sama, memastikan semangat yang tumbuh di hari workshop tidak berhenti di ruangan itu saja.

Bagi Tumbu, kegiatan seperti ini adalah pengingat bahwa pemberdayaan UMKM yang bermakna bukan hanya soal materi yang disampaikan—melainkan tentang ruang aman bagi para pelaku usaha untuk jujur pada diri sendiri, menghitung ulang langkah mereka, dan melangkah dengan lebih yakin.

Dalam paket layanan Tumbu menawarkan paket pelatihan kewirausahaan terpadu (One-Day Full Package) yang mencakup:

  • Mindset & Motivation Building
  • Literasi Keuangan Dasar untuk Usaha Mikro
  • Digital Marketing Dasar
  • Business Planning Sederhana

Pelatihan dirancang agar mudah dipahami dan langsung dapat diimplementasikan—baik untuk usaha yang baru merintis maupun yang siap naik kelas. Untuk informasi atau kerja sama pelatihan:

WhatsApp: bit.ly/chatbotjagowan  | Email: info@tumbu.co.id

Salam Kolaborasi!

#YukKitaTumbuh #TahuDanMampuBarengTumbu

Tag:

Workshop UMKM Pendampingan UMKM Literasi Keuangan